SDLC
(Systems Development Life Cycle)
(Siklus Hidup Pengembangan Sistem)
- · Pendekatan Pengembangan sistem
Pengembangan sistem merupakan penyusunan sistem yang baru
untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem
yang telah ada.
Pendekatan pengembangan sistem :
1. Pendekatan klasik
Disebut juga dengan pendekatan tradisional atau pendekatan
konvensional. Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan
mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
2. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik
yang dibutuhkan dalam pengembanagan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem
yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan
baik dan jelas.
- · Tahap-Tahap Pengembangan sistem
Tahap-Tahap Pengembangan Sistem Informasi
Terlepas dari perbedaan karakteristik yang melatarbelakangi
ketiga jenis pengembangan tersebut, secara garis besar ada enam tahap yang
biasa dijadikan sebagal batu pijakan atau model dalam melaksanakan aktivitas
pengembangan tersebut, yaitu: perencanaan, analisis, desain, konstruksi,
implementasi, dan pascaimplementasi seperti digambarkan pada diagram di bawah
ini.
Gambar Konsep
Pengembangan Sistem Informasi
- · Perbedaan Pengembangan terstruktur, rekayasa informasi, dan orientasi objek
-
Perancangan Terstruktur
(Structured Analisys and Design / SSAD)
Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970, yang merupakan
hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan dengan metode
terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam dunia
nyata.
Perancangan ini bertujuan untuk membuat model SOLUSI
terhadap PROBLEM yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis
terstruktur.
-
Pengertian Rekayasa Sistem
Informasi
Adalah aplikasi yang menggunakan teknik formal dan saling
terkait untuk merencanakan, menganalisa, mendisain dan mengkonstruksi sistem
informasi pada satu perusahaan atau pada fungsi utama dari perusahaan.
-
Perancangan Berbasis Objek
(Object-oriented Analysis and Design / OOAD)
Metode OOAD melakukan pendekatan terhadap masalah dari
perspektif obyek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada pemrograman
terstruktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD meningkat dibandingkan dengan
pengunaan metode pengembangan software dengan metode tradisional. Sebagai
metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman berorientasi obyek diciptakan,
hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan pendekatan berorientasi
obyek pada aplikasi bisnis.
Sumber :

No comments:
Post a Comment